Rabu, 08 Januari 2020

Hadits Tarbawi



A. Pengertian Tafsir Tarbawih
Ditinjau dari segi bahasa, lafadz Hadits berasal dari kata “Hadatsa-Yahdutsu-Hudutsun-Hadatsatun-Haaditsun-Mahdutsun“ yang memiliki makna Baru, dekat, berita ataupun riwayat. Sedangkan menurut istilah ialah sesuatu yang di sandarkan kepada Nabi Muhammad SAW. Baik berupa perkataan, perbuatan, pernyataan (taqrir) dan yang sebagainya. Sedangkan “Tarbawi” adalah terjemahan dari bahasa Arab, yaitu Rabba-Yurabbi-Tarbiyyatan. Yang bermakna pendidikan, pengasuhan, dan pemeliharaan. Jadi yang dimaksud dengan Hadits Tarbawi ialah Hadits yang membahas tentang pendidikan yang di ajarkan oleh Rosululloh SAW.
Kata “Pendidikan” yang umum kita gunakan sekarang dalam bahasa Arabnya adalah “Tarbiyah”, dengan kata kerja “Rabba”. Kata “Pengajaran” dalam bahasa arabnya adalah “ta’lim” dengan kata kerjanya adalah “Allama”. Pendidikan dan pengajaran dalam bahasa Arabnya “Tarbiyah wa ta’lim”. Sedangkan pendidikan islam dalam bahasa Arabnya adalah  ”Tarbiyah Islamiyah”. Namun Islam memiliki konsep yang sangat universal tentang sebuah pendidikan. Oleh karena itu, pendidikan tidak hanya diartikan atau di maknai sebagai tarbiyah, tetapi  mencakup juga ta’lim dan ta’dib, sebagaimana telah diajarkan oleh Rosululloh SAW. Pendidikan dalam Islam tidak hanya mengacu pada transfer pengetahuan atau ilmu ke otak sebagai simbol intelektualitas, namun juga melibatkan hati (spiritualitas) dan perilaku (akhlak).

B. Ruang Lingkup Hadist Tarbawih
       Pendidikan sebagai ladang dari ilmu memiliki beberapa ruang lingkup, diantara ruang lingkupnya yaitu:
1. Anak Didik
Anak didik merupakan unsur terpenting dalam sebuah pendidikan, karena anak didik termasuk peran utama dalam pendidikan. Karena semua upaya yang dilakukan dalam pendidikan adalah demi untuk mengarahkan dan membimbing anak didik ke arah yang lebih baik.

2. Pendidik
Pendidik atau guru merupakan ujung tombak dalam proses pendidikan Islam. Proses pendidikan Islam tidak akan berhasil dengan baik tanpa peran seorang pendidik atau guru.Dalam suatu hadits Rosululloh SAW bersabda:
عن أبي أمامة قال رسول الله صلى الله عليه وسلم عَلَيْكُمْ بِهَذَا الْعِلْمِ……..الْعالِمُ وَالْمُتَعَلِّمُ شَرِكَانِ فِي الْاَجْرِ وَلَاخَيْرَ فِي سَائِرِ النَّاسِ. رواه الطبرانى
Terjemahan:  Hendaklah kamu ambil ilmu ini……….Orang alim (pendidik) dan mutaallim (peserta didik) berserikat dalam pahala dan tidak ada manusia yang lebih baik daripadanya.
Dari hadits tersebut dijelaskan bahwa seorang guru dan peserta didik adalah orang yang menempati posisi terbaik daripada yang lainnya.

3. Perbuatan Mendidik
Yang dimaksud perbuatan mendidik ialah seluruh kegiatan, tindakan, dan sikap pendidik sewaktu menghadapi anak didiknya. Dalam perbuatan mendidik ini sering disebut dengan tahzib. 

4. Materi Pendidikan Islam
Materi pendidikan yaitu bahan atau pengalaman-pengalaman belajar yang disusun sedemikian rupa untuk disajikan kepada anak didik. Adapun Hadits yang menerangkan tentang pentingnya materi pendidikan yaitu:
تَرَكْتُ فِيْكُمْ اِنْ تَمْسَكْتُمْ بِهِمَا لَنْ تَضِلُّوْا اَبَدًا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ رَسُوْلِهِ (رواه حاكم)
Terjemahan:  Telah aku tinggalkan kepada kalian semua dua perkara yang jika kalian berpegang teguh padanya maka tidak akan tersesat selama-lamanya yaitu kitab Allah (Al-Quran) dan Sunnah Nabi-Nya(HR. Hakim).

5. Metode Pendidikan
Metode yaitu cara yang dilakukan oleh pendidik dalam menyampaikan materinya. Metode tersebut mencakup cara pengelolaan, penyajian materi pendidikan agar materi tersebut dapat dengan mudah diterima oleh anak didik. 

6. Dasar dan Tujuan Pendidikan
Dasar dan tujuan pendidikan Islam yaitu landasan yang menjadi fundamen serta sumber dari segala kegiatan pendidikan, dalam hal ini dasar atau sumber pendidikanlah yang akan membawa kemanakah anak didik tersebut. Rosululloh SAW bersabda dalam sebuah hadits:
عَنْ اِبنُ عَبَّاسِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قال : قال صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ : مَنْ رَسُوْلُ اللهِ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِيْ الدِّيْنِ وَاِنَّمَا (رواه البخارى العلم بالتعلم…….)
Terjemahan Hadits: Dari Ibnu Abbas R. A Ia berkata: Rasululloh SAW bersabda: Barang siapa yang dikehendaki Allah menjadi baik, maka dia akan difahamkan dalam hal agama. Dan sesungguhnya ilmu itu dengan belajar. (HR. Bukhori).

7. Sarana dan Prasarana Pendidikan
Tanpa sarana pendidikan, proses pendidikan akan mengalami kesulitan yang sangat serius, bahkan bisa menggagalkan pendidikan. Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan dalam proses belajar mengajar, seperti gedung, ruang kelas, meja, kursi, papan tulis, dll. Sedangkan prasarana ialah fasilitas yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses pengajaran seperti halaman dan parkiran.

8. Evaluasi Pendidikan
Evaluasi adalah pengadaan penilaian terhadap hasil belajar anak didik di akhir pertemuan atau pembahasan. Evaluasi ini diadakan dengan tujuan untuk mengukur tingkat keberhasilan belajar selama proses pembelajaran. Dalam sebuah hadits dijelaskan:
عن عمر ابن الخطاب رضي الله عنه صلى الله عليه قال : قال رسول الله وسلم : حَاسِبُوْا اَنْفُسَكُمْ قَبْلَ اَنْ تُحَا سَبُوْا تَزَيَّنُوْا لِلْعَرْضِ اْلأَكْبَرِ وَإِنَّمَا يَخَفُّ الْحِسَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى مَنْ حَاسَبَ نَفْسَهُ فِيْ الدُّنْيَا
Terjemahan: Dari Umar Ibnul Khattab R. A beliau berkata: Rasululloh SAW bersabda: Adakanlah perhitungan terhadap diri kalian sebelum kalian diperhitungkan.


SOAL-JAWAB
1. Apa yang dimaksud dengan hadits?
Jawab: Secara harfiah, hadits berarti perkataan atau percakapan. Sedangkan menurut terminologi dalam agama Islam, hadits merupakan ketetapan dan hukum dalam agama Islam yang berasal dari perkataan, perbuatan, berikut ketetapan dan juga persetujuan dari Rasulullah SAW. Hadits termasuk salah satu sumber hukum dalam Islam selain Al-quran, ijma dan juga qiyas.

2. Sebutkan macam-macam hadits
Jawab: Hadits Mutawattir, Hadits Ahad, Hadits Shahih, Hadist Dhoif, Hadits Hasan, Hadits Maqbul, Hadist Mardud, Hadits Qudsi, Hadits Marfu’, Hadits Mauquf, Hadist Maqtu dan Hadits Maudhu’

3. Apa dalil tentang kewajiban menuntut ilmu?
Jawab:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ
Artinya : Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan. (HR. Ibnu Abdil Barr)

4. Jelaskan hubungan pendidikan dengan agama?
Jawab: Pendidikan sangat erat kaitannya dengan Agama. Bahkan Agama merupakan landasan terpenting bagi pendidikan. Ilmu pendidikan berlandaskan agama mengandung makna bahwa agama itu menjadi sumber inspirasi untuk menyusun ilmu untuk menyusun ilmu atau konsep-konsep pendidikan dan melaksanakan pendidikan. Teori pendidikan Islam berangkat dari al-Qur’an dan As-Sunnah, sehingga ayat-ayat al-Qur’an dan sunnah Rasul itu dijadikan landasan dalam keseluruhan sistem pendidikan.

5. Sebutkan hadits tentang keutamaan menuntut ilmu?
Jawab:
مَنْ خَرَجَ فِى طَلَبُ الْعِلْمِ فَهُوَ فِى سَبِيْلِ اللهِ حَتَّى يَرْجِعَ
Artinya : Barang siapa yang keluar untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang. (HR. Turmudzi)

 …يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ..
“…Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…” (QS. Al-Mujadilah [58]: 11).



Ditulis oleh Rizal Rahman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar