A.
Pengertian Tafsir Tarbawih
Ditinjau dari segi
bahasa, lafadz Hadits berasal dari kata
“Hadatsa-Yahdutsu-Hudutsun-Hadatsatun-Haaditsun-Mahdutsun“ yang memiliki makna
Baru, dekat, berita ataupun riwayat. Sedangkan menurut istilah ialah sesuatu
yang di sandarkan kepada Nabi Muhammad SAW. Baik berupa perkataan, perbuatan,
pernyataan (taqrir) dan yang sebagainya. Sedangkan “Tarbawi” adalah terjemahan
dari bahasa Arab, yaitu Rabba-Yurabbi-Tarbiyyatan. Yang bermakna pendidikan,
pengasuhan, dan pemeliharaan. Jadi yang dimaksud dengan Hadits Tarbawi ialah
Hadits yang membahas tentang pendidikan yang di ajarkan oleh Rosululloh SAW.
Kata “Pendidikan” yang
umum kita gunakan sekarang dalam bahasa Arabnya adalah “Tarbiyah”, dengan kata
kerja “Rabba”. Kata “Pengajaran” dalam bahasa arabnya adalah “ta’lim” dengan
kata kerjanya adalah “Allama”. Pendidikan dan pengajaran dalam bahasa Arabnya
“Tarbiyah wa ta’lim”. Sedangkan pendidikan islam dalam bahasa Arabnya
adalah ”Tarbiyah Islamiyah”. Namun Islam
memiliki konsep yang sangat universal tentang sebuah pendidikan. Oleh karena
itu, pendidikan tidak hanya diartikan atau di maknai sebagai tarbiyah,
tetapi mencakup juga ta’lim dan ta’dib,
sebagaimana telah diajarkan oleh Rosululloh SAW. Pendidikan dalam Islam tidak
hanya mengacu pada transfer pengetahuan atau ilmu ke otak sebagai simbol
intelektualitas, namun juga melibatkan hati (spiritualitas) dan perilaku
(akhlak).
B.
Ruang Lingkup Hadist Tarbawih
Pendidikan sebagai ladang dari ilmu
memiliki beberapa ruang lingkup, diantara ruang lingkupnya yaitu:
1. Anak Didik
Anak didik merupakan unsur terpenting
dalam sebuah pendidikan, karena anak didik termasuk peran utama dalam
pendidikan. Karena semua upaya yang dilakukan dalam pendidikan adalah demi
untuk mengarahkan dan membimbing anak didik ke arah yang lebih baik.
2. Pendidik
Pendidik atau guru merupakan ujung
tombak dalam proses pendidikan Islam. Proses pendidikan Islam tidak akan
berhasil dengan baik tanpa peran seorang pendidik atau guru.Dalam suatu hadits
Rosululloh SAW bersabda:
عن أبي أمامة قال رسول
الله صلى الله عليه وسلم عَلَيْكُمْ بِهَذَا الْعِلْمِ……..الْعالِمُ
وَالْمُتَعَلِّمُ شَرِكَانِ فِي الْاَجْرِ وَلَاخَيْرَ فِي سَائِرِ النَّاسِ. رواه
الطبرانى
Terjemahan: Hendaklah kamu ambil ilmu ini……….Orang alim (pendidik) dan muta’allim (peserta didik) berserikat dalam pahala dan tidak
ada manusia yang lebih baik daripadanya.
Dari hadits tersebut dijelaskan bahwa
seorang guru dan peserta didik adalah orang yang menempati posisi terbaik
daripada yang lainnya.
3. Perbuatan Mendidik
Yang dimaksud perbuatan mendidik ialah
seluruh kegiatan, tindakan, dan sikap pendidik sewaktu menghadapi anak
didiknya. Dalam perbuatan mendidik ini sering disebut dengan tahzib.
4. Materi Pendidikan Islam
Materi pendidikan yaitu bahan atau
pengalaman-pengalaman belajar yang disusun sedemikian rupa untuk disajikan
kepada anak didik. Adapun Hadits yang menerangkan tentang pentingnya materi
pendidikan yaitu:
تَرَكْتُ فِيْكُمْ اِنْ
تَمْسَكْتُمْ بِهِمَا لَنْ تَضِلُّوْا اَبَدًا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ رَسُوْلِهِ
(رواه حاكم)
Terjemahan: Telah aku tinggalkan kepada kalian
semua dua perkara yang jika kalian berpegang teguh padanya maka tidak akan
tersesat selama-lamanya yaitu kitab Allah (Al-Qur’an)
dan Sunnah Nabi-Nya” (HR. Hakim).
5. Metode Pendidikan
Metode yaitu cara yang dilakukan oleh
pendidik dalam menyampaikan materinya. Metode tersebut mencakup cara
pengelolaan, penyajian materi pendidikan agar materi tersebut dapat dengan
mudah diterima oleh anak didik.
6. Dasar dan Tujuan Pendidikan
Dasar dan tujuan pendidikan Islam yaitu
landasan yang menjadi fundamen serta sumber dari segala kegiatan pendidikan,
dalam hal ini dasar atau sumber pendidikanlah yang akan membawa kemanakah anak
didik tersebut. Rosululloh SAW bersabda dalam sebuah hadits:
عَنْ اِبنُ عَبَّاسِ
رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قال : قال صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ : مَنْ رَسُوْلُ
اللهِ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِيْ الدِّيْنِ وَاِنَّمَا (رواه
البخارى العلم بالتعلم…….)
Terjemahan Hadits: Dari Ibnu Abbas R. A
Ia berkata: Rasululloh SAW bersabda: “Barang
siapa yang dikehendaki Allah menjadi baik, maka dia akan difahamkan dalam hal
agama. Dan sesungguhnya ilmu itu dengan belajar.
(HR. Bukhori).
7. Sarana dan Prasarana Pendidikan
Tanpa sarana pendidikan, proses
pendidikan akan mengalami kesulitan yang sangat serius, bahkan bisa
menggagalkan pendidikan. Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan
yang secara langsung dipergunakan dalam proses belajar mengajar, seperti
gedung, ruang kelas, meja, kursi, papan tulis, dll. Sedangkan prasarana ialah
fasilitas yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses pengajaran
seperti halaman dan parkiran.
8. Evaluasi Pendidikan
Evaluasi adalah pengadaan penilaian
terhadap hasil belajar anak didik di akhir pertemuan atau pembahasan. Evaluasi
ini diadakan dengan tujuan untuk mengukur tingkat keberhasilan belajar selama
proses pembelajaran. Dalam sebuah hadits dijelaskan:
عن عمر ابن الخطاب رضي
الله عنه صلى الله عليه قال : قال رسول الله وسلم : حَاسِبُوْا اَنْفُسَكُمْ
قَبْلَ اَنْ تُحَا سَبُوْا تَزَيَّنُوْا لِلْعَرْضِ اْلأَكْبَرِ وَإِنَّمَا
يَخَفُّ الْحِسَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى مَنْ حَاسَبَ نَفْسَهُ فِيْ
الدُّنْيَا
Terjemahan: Dari Umar Ibnul Khattab R. A
beliau berkata: Rasululloh SAW bersabda: Adakanlah perhitungan terhadap diri
kalian sebelum kalian diperhitungkan.
SOAL-JAWAB
1. Apa yang dimaksud dengan hadits?
Jawab: Secara harfiah, hadits berarti
perkataan atau percakapan. Sedangkan menurut terminologi dalam agama Islam,
hadits merupakan ketetapan dan hukum dalam agama Islam yang berasal dari
perkataan, perbuatan, berikut ketetapan dan juga persetujuan dari Rasulullah
SAW. Hadits termasuk salah satu sumber hukum dalam Islam selain Al-quran,
ijma dan juga qiyas.
2. Sebutkan macam-macam hadits
Jawab: Hadits Mutawattir, Hadits Ahad,
Hadits Shahih, Hadist Dhoif, Hadits Hasan, Hadits Maqbul, Hadist Mardud, Hadits
Qudsi, Hadits Marfu’, Hadits Mauquf, Hadist Maqtu dan Hadits Maudhu’
3. Apa dalil tentang kewajiban menuntut
ilmu?
Jawab:
طَلَبُ الْعِلْمِ
فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ
Artinya : ”Mencari
ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan”. (HR. Ibnu Abdil Barr)
4. Jelaskan hubungan pendidikan dengan
agama?
Jawab: Pendidikan sangat erat kaitannya
dengan Agama. Bahkan Agama merupakan landasan terpenting bagi pendidikan. Ilmu
pendidikan berlandaskan agama mengandung makna bahwa agama itu menjadi sumber
inspirasi untuk menyusun ilmu untuk menyusun ilmu atau konsep-konsep pendidikan
dan melaksanakan pendidikan. Teori pendidikan Islam berangkat dari al-Qur’an
dan As-Sunnah, sehingga ayat-ayat al-Qur’an dan sunnah Rasul itu dijadikan
landasan dalam keseluruhan sistem pendidikan.
5. Sebutkan hadits tentang keutamaan
menuntut ilmu?
Jawab:
مَنْ خَرَجَ فِى طَلَبُ
الْعِلْمِ فَهُوَ فِى سَبِيْلِ اللهِ حَتَّى يَرْجِعَ
Artinya : ”Barang
siapa yang keluar untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah hingga ia
pulang”. (HR. Turmudzi)
…يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ
وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ..
“…Niscaya Allah akan
meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi
ilmu pengetahuan beberapa derajat…” (QS.
Al-Mujadilah [58]: 11).
Ditulis oleh Rizal Rahman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar